Warga Baturagung beraktifitas menggunakan perahu yang diadiakan oleh relawan
Grobogan, RM _
Tak ada rotan akarpun jadi, setidak pepatah ini yang pas disebutkan terkait kondisi warga Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan saat menjalankan aktifitas harianya usai Tanggul Sungai Tuntang yang mengalami Jebol. Meski air berangsur surut, namun akses jalan di sejumlah kawasan masih mengalami rusak akibat gerusan air. Hal ini sempat membuat aktifitas warga yang berkaitan dengan transportasi mengalami kesulitan. Guna melancarkan aktifitas warga termasuk anak anak sekolah, mereka tengah disiapi perahu oleh Relawan Palang Merah Indonesia (PMI).
Pantauan dilapangan,
jalan penghubung antara Baturagung – Rowosari Kecamatan Gubug mengalami putus, meski
air sudah surut, namun kubangan air pada jalan tersebut masih tampak bekasnya.
Kedalaman di kubangan juga nampak cukup dalam yakni mencapai sekitar tiga meter.
Hal yang sama juga terdapat di jalan penghubung menuju Sekolahan. Sehingga
membuat para pelajar berangkat dan pulang sekolah terpaksa harus menggunakan
perahu. Kemudian aktifitas warga lainya, untuk bisa melakukan aktifitasnya
berlalu lalang antara Desa Baturagung – Rowosari dan sebaliknya mereka harus
menggunakan perahu.
Dikisahkan oleh Mamad warga Desa Baturagung Siswa SMPN 3
Gubug ini untak Pulang pergi sekolah ia dan kawan kawanya harus menaiki parahu.
Meski demikian mereka tidak mengeluh dan tetap semangat berangkat sekolah.
"kalau untuk sekolah masih bisa berangkat menggunakan
perahu, kepinginya segera diperbaiki dan semoga tidak terjadi banjir lagi”.
Harapnya , Selasa (18/3) siang.
Sementara itu,
Muhamad Imron 65th warga Rowosari Gubug untuk menjenguk cucunya yang berada di
Desa Baturagung ia bersama istrinya juga harus menaiki perahu yang disediakan
oleh relawan PMI. Ia lebih memilih naik perahu karena jark tempuhnya bisa dekat
jika dibanding harus naik kendaraan bermotor. Menurutnya meski bisa ditempuh
dengan menggunakan motor namun harus memutar jaug dan jalan yang dilaklui juga
menakutkan karena banyak lobang.
“Saya warga Desa Rowosari bersama istri mau menengok cucu
yang di Desa Batruragung. Terpaksa naik perahu tidak apa apa karena lebih
dekat. Dari pada naik motor harus muter jauh dan jalanya jelak takut jatuh”.
Keluh Imron.