Grobogan, RM _
Acara Halal Bi Halal 1446 H dan Milad IRMAS Dusun Ngampel Desa
Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah yang akan
mengundang Habib Syafi’I Alaydrus dari Surakarta dan Habib Zaidan BinYahya
tengah mendapat penolakan dari sejumlah Masyarakat sekitar. Sementara Surat
permohonan izin penyelenggaraan yang dikirim oleh Panitia Penyelenggara ke
Polres Grobogan masih belum mendapatkan Rekomendasi dari Kepolisian. Karena mendapat
penolakan, Polisi pun langsung menggelar rapat koordinasi dengan mengundang
Panitia Penyelenggara, Tokoh Masyarakat termasuk pengurus Perjuangan
Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Grobogan bertempat di Kantor
Balai Desa Panunggalan, Jum’at 28/3/2025. Hadir dalam Rakor tersebut Kasat
Intel Polres Grobogan AKP Joko, perwakilan dari Kodim 0717 Grobogan, Camat dan
Kemenag Pulokulon dan lain lain.
Kasat Intel AKP Joko
sebelum Rapat dimulai menegaskan bahwaa,
agar didalam rapat atau diskusi ini tidak ada perdebatan. Pihaknya cenderung
hanya mendengar apa yang disampaikan dari masing masih tokoh. Hal ini dinilai
penting karena hasil dari penyampaian pendapat tersebut akan dijadikan bahan
untuk mengkaji ulang di Polres. Selain itu Joko juga menekankan agar semua
pihak termasuk wartawan agar tidak membuat provokasi dalam penyampaian berita. Karena
ini termasuk hal yang sensitif.
“Saya mohon di sini tidak ada perdebatan, di sini sifatnya Diskusi bukan
debat. Dan jangan asal menyampaikan informasi di medsos yang narasinya bersifat
provokasi. Hal ni say minta termasuk teman teman Wartawan ya? Kalau membuat
berita agar narasinya jangan bersifat provokasi”. Kata Joko, Jum’at 28/3/2025.
Ketua Panitia
Penyelenggara Halal bi Halal Widodo mengatakan bahwa, pihaknya menghadirkan Habib
tersebut dibatasi hanya untuk memimpin Sholawatan saja, kemudian untuk
penceramah akan disampaikan oleh Kyai Imron dari Pati.
“Acara nanti kita isi Mauidhoh Hasanah nanti oleh Kyai Imron, dan Untuk
Habib kita batasi hanya memimpin Sholawatan”. Jelas Widodo.
Tokoh Agama KH Sutrisno
atau Mbah Tris yang juga pengurus PWI TS dalam kesempatan itu juga menyampaikan
bahwa, setelah diadakan rapat intern oleh PWI LS Grobogan menyatakan secara sah
menolak keberadaan Habib Ba’alawi untuk menghadiri dan memimpin acara Halal bi
Jalal yang akan diselenggarakan di Panunggalan mendatang. Hal ini beralasan
jika kehadiran Habib Ba’alawi dikhawatirkan bisa memecah belah Umat NU karena
ajaran ajaran yang disampaikan oleh Habib tersebut menyimpang jauh dari ajaran NU, tidask hanya itu saja, para Habib
Ba’alawi juga dinilai sudah jelas melencengkan sejarah Indonesia termasuk
sejarah berdirinya NU.
“Warga NU Grobogan sudah jelas selama ini menganut ajaran Ahluusunnah Wal
Jamaah (Aswaja) sudah damai dan jangan sampai terpecah belah karena ajaran
Habib Baalwi yang menyimpang dari ajaran Islam”. Terang Mbah Tris.
Ketua PWI LS Grobogan Kyai
Salim Panunggalan menyampaikan bahwa, pada dasarnya acar Halal Bi Halal yang
diisi dengan pengajian dan Sholawatan pihaknya sangat mendukung. Namun papapun
alasanya jika di dalam acara tersebut menghadirkan Habib Ba’alawi pihaknya
bersih keras tetap menolak kehadirannya. Menurut Kyai Salim, jangan sampai
warga NU terlanjur tercuci otaknya oleh para Habib. Dan ini sekaligus untuk
mengingatkan kepada warga NU yang terlanjur menjadi Muhibin supaya sadar
kembali.
Masih menurut Kyai Salim,
meski kehadiran Habib tersebut hanya memimpin Sholawatan, namun banyak terdapat
isi kalimat yang diselipkan dalam Sholawatan tersebut sangat tidak mengajarkan
kebaikan. Untuk itu pihaknya tetap menolak kehadiran Habib untuk memimpin
Sho;awatan di acara Halal Bi Halal yang akan datang.
“Kami secara tegas tetap menolak kehadiran Habib Syafi’I Alaydrus dari Surakarta dan Habib Zaidan BinYahya di Panunggalan Pulokulon”. Tegasnya. tim rm