Grobogan, RM _
Suasana haru dan kesedihan yang harus diterima oleh warga Dusun Grogolan Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri perkampungan mereka secara tiba tiba dikepung banjir. Setidaknya ada 22 rumah Kepala Keluarga (KK) terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 1 Meter. Air mulai masuk rumah waraga sekitar pukul 17.00 Wib pada Senen sore 31/3/2025. Banjir tersebut disebabkan adanya turun hujan deras pada sore hari sekitar 16.00 Wib dan sungai dikawasan tersebut sudah tidak mampu lagi menampung air sehingga air mengalami luapan hingga masuk perkampungan.
Menurut Totok 42th warga setempat bahwa, ia harus bisa menerima kondisi yang ada dimana
bersamaan dengan hari Lebaran tahun ini kampungnya telah dikepung banjir. Ia juga
menceritakan bahwa banjir yang melanda kampungnya sudah seingkali terjadi,
bahkan setiap tahun kampung tersebut menjadi langganan banjir. Namun selama banjir hanya tahun ini yang dirasakan lebih
parah.
“Mmau tidak mau ya harus bisa menerima mas, Grogolan ini
sudah menjadi langganan banjir tiap tahun. Tapi yang lebih parah terjadi di
tahun ini dan bahkan setiap hujan deras pasti banjir”. Terangnya, Selasa 1/4/2025.
Kepala Desa
Sambirejo Wirosari Denie Indrias merasakan ikut prihatin atas peristiwa banjir
yang melanda Dusun Grogolan yang bersamaan dengan momen perayaan Lebaran tahun
ini. Menurut Kades Indrias bahwa, Dusun Grogolan memang selama ini menjadi
langgan banjir dalam setiap tahunya. Meski demikian yang sangat parah adalah
dalam tahun ini. Tahun 2025 ini sudah
berkali kali rumah warga Dusun Grogolan terendam banjir. Dan saat lebaran ini
tercatat banjir berdampak pada 22 rumah KK yang terendam dengan ketinggian
mencapai 1 meter.
“Ada 22 rumah KK yang terendam, dan ini merupakan banjir yang terbesar, namun
saat ini kondisinya sudah surut”. Terang Kades, Selasa 1/4/2025.
Dijelaskan juga
oleh Kades Indrias bahwa, penyebab banjir selain hujan yang deras namun juga
pengaruh dari aliran sungai yang sudah dangkal sehingga membuat air meluap ke
perkampungan. Kemudian khususnya aliran sunga Jratun itu juga sebagi pemicu
adanya banjir karena sungai tersebut sebagian sudah udah rusak dan tidak
berfungsi lagi sehingga menjadi faktor
utama menjadikan air meluap ke Dusun Glonggong.
“Menurut saya Aliran Sungai Jratun perlu dibongkar karena
Sungai tersebut menjadi pemicu banjir. Sebagian sungai tersebut juga sudah
rusak dan idak lagi berfungsi”. Terang Indrias.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD
Grobogan Masrichan kepada media menyampaikan bahwa, Hutan gundul berpotensi terjadinya
banjir, alih fungsi hutan yang tadinya terdapat tanaman kersehingga ketika
terjadi hujan lebat mencapai 2 jam, aliran sungai yang ada di Hilir tidak mampu
lagi menampungnya. Aliran air dari Gunung Kendeng yang mestinya lancar menuju
ke Sungai Lusi, namun karena hutan
gundul sehingga sungai tidak mampu lagi menampung air karean air dari hulu
bercampu lumpur.
“selokan sudah tidak mampu menampung air dari hulu/Gunung
Kendeng sehingga air dari selokan meluap ke perkampungan yang berdampak
sejumlah rumah warga Dusun Grogolan terendam air”. terangnya.
Sementara itu, terjadinya banjir tersebut juga sempat araus lalu lintas di Jalan Purwodadi – Blora tepatnya di depan TPK Sambirejo sempat tersendat karena air menggenangi jalan raya hingga mencapai kedalaman sekitar 50 cm. Puluhan kendaraan sepeda motor juga banyak terjadi mogok karena menerjang banjir. Guna menjaga keselamatan para pengendara juga harus dilakukan rekayasa arus oleh petugas Sat Lantas Polres Grobogan. TIM RM